Minggu, 06 Oktober 2013

Mengenal Class, Method, Constructor, Modifier & Object pada Java





Dasar Teori:
Atribut adalah keadaan yang dimiliki oleh objek. Sedangkan method adalah apa – apa yang menurut subjek harus dapat dilakukan objek. Method yang dimiliki objek berkelas mobil dapat berupa cara menghidupkan mesin dan cara mengoper persneling.

Defenisi dari Class, Method, Constructor, Modifier, dan Object secara sederhana ialah:
Ø  CLASS
Kelas pada Java didefenisikan dengan menggunakan kata kunci class. Berikut ini merupakan deklarasi kelas pada Java :

{modifier1} class Namakelas [modifier2] {
Class body;} 

Ø  METHOD
Method digunakan untuk memodularisasi program pemisah satu tugas menjadi satu unit tersendiri. Berikut ini meupakan deklarasi method pada Java :

[modifier1] tipe NilaiKembalian namaMethod (parameter input) {
Method body;
}

Ø  CONSTRUCTOR 
Constructor  merupakan method yang namanya sama dengan nama kelas dimana method itu berada. Constructor digunakan untuk menginisialisasi nilai awal (memberikan nilai default) pada atribut – atribut yang dimiliki oleh suatu objek saat objek itu pertama kali dibuat.
Ø  MODIFIER
Modifier adalah sifat yang dimiliki oleh setiap atribut, method maupun kelas dalam Java . Modifier akses adalah modifier yang selalu digunakan, modifier akses terdiri dari private, default, protected, dan public.

Ada beberapa modifier penting lainnya, yaitu:

a.         Static  yaitu modifier yang digunakan agar suatu atribut maupun method dapat diakses oleh Objek atau kelas meski tanpa dilakukan instansi terhadap kelas dimana atribut maupun method itu berada, method main adalah salah satu contoh method modifier static yang sering digunakan.
b.         Final yaitu modifier yang digunakan untuk mencegah kemungkinan modofikasi terhadap atribut maupun method, dengan modifier ini suatu atribut akan berlaku sebagai konstanta.

Ø   OBJEK
Sebuah kelas dapat digunakan untuk membuat banyak objek, setiap objek dapat diperlakukan secara berbeda oleh objek – objek lain yang menggunakannya. Dibutuhkan operatir new untuk membuat objek dari suatu kelas.

Objek dibuat dengan cara menuliskan :

1.       NamaKelas NamaObjek = new NamaConstructor();
2.       NamaKels NamaObjek;
    NamaObjek = new NamaConstructor();

Berikut Contoh kasus yang menggunakan class, method, constructor, modifier, dan objek:
public class Disket {
    int panjang = 10;
    final int LEBAR =10;
    String warna = "kuning";
    String bentuk = "segiempat";
    String data = " ";
    Disket() {
                        panjang = 100;
    }
    Disket(int panjang1) {
                        this.panjang = panjang1;
    }
    void simpanData(String data1) {
            this.data += data1;
    }
    void hapusData() {
            data = " ";
    }
    String bacaData() {
            return data;
    }
}
Penjelasan kode :
          Kode di atas terdir dari modifier, konstanta, atribut, parameter beserta nama parameternya, dan juga method. Yang mana kelas disket ini bukanlah merupakan kelas utama, karena tidak memiliki fungsi utama. Dan kelas disket ini tidak memiliki output.
Kode kelas utama :
class MainDisket{
    public static void main (String[] args) {
            Disket disk1 = new Disket(50);
            System.out.println("Panjang disket = "+ disk1.panjang);
            System.out.println("Lebar disket = "+ disk1.LEBAR);
            System.out.println("Warna disket = "+ disk1.warna);
            System.out.println("Bentuk disket = "+ disk1.bentuk);
            System.out.println("data mula-mula = "+disk1.bacaData());
            disk1.simpanData("Belajar Java");
            System.out.println("Setelah SimpanData = "+disk1.bacaData());
            disk1.hapusData();
            System.out.println("Setelah hapusData = "+disk1.bacaData());
    }
}
       Kode pada kelas maindisket ini adalah untuk menampilkan output dari semua kode yang terdapat padda kelas disket, kelas ini merupakan kelas utama karena memiliki fungsi utama. Dan output dari kode program ini adalah :
Panjang disket = 10 
Lebar disket =10 
warna disket = kuning
Bentuk disket = Segiempat
Data mula-mula = 
Setelah SimpanData = Belajar Java
Setelah HapusData=
Press any key to cntinue...

Senin, 30 September 2013

Perulangan & Percabangan


Perulangan dan Percabangan Pada JAVA

Kemampuan suatu program untuk melakukan tugas kompleks dilakukan dengan menggabungkan perintah sederhana menjadi struktur kontrol. Dalam bahasa Java, ada 6 struktur tersebut, yaitu blok, perulangan while, perulangan do ... while, perulangan for, pernyataan if, dan pernyataan switch.
Masing-masing struktur ini sebetulnya merupakan pernyataan tunggal yang berdiri dengan sendirinya, tetapi di dalamnya terdiri dari satu atau lebih perintah sehingga keseluruhannya menjadi suatu struktur perintah.
Blok
Blok adalah pernyataan sederhana yang dimulai dengan { dan diakhiri dengan }. Tujuannya untuk mengelompokkan beberapa perintah sehingga lebih dimengerti. Misalnya
{
     perintah
}
Pernyataan blok biasanya terdapat dalam struktur kontrol, tetapi sebetulnya tanpa struktur kontrol pun, blok tetap berlaku. Contoh sederhana penggunaan blok ini adalah dalam subrutin main() yang kita lakukan pada contoh-contoh sebelumnya.
Berikut ini adalah 2 contoh penggunaan blok.
{
    System.out.println("Hallo");
    System.out.println("Dunia");
}
 
{ // blok ini digunakan untuk menukar isi variable x dan y
    int temp;
    temp = x;
    x = y;
    y = temp;
}

Perulangan
Pengulangan adalah suatu proses didalam program yang dapat menegeksekusi satu ( beberapa ) statemen yang sama secara berulang sampai ditemukan kondisi untuk berhenti. Dalam java terdapat tiga buah jenis struktur pengulangan, yaitu for, while, dan do while.

v  Strukur for
Bentuk umum penulisa sintaks untuk membangun struktur pengulangan for
for(insialisasi;kondisi;iterasi); {
statement 1 ;
statement 2;
}

Proses pengulangan akan terus dilakukan selama kondisi menghasilkan true. Dengan kata lain, proses pengulangan hanya akan dihentikan apabila kondisi telah bernilai false atau sudah tidak terpenuhi lagi.
Contoh program :
class for1 {
public static void main (String[] args) {
for ( int i = 0 ; i < 10 ; i++ ) {
System.out.println(“java”);   }
}
}
Maka outputnya akan tercetak teks java sebanyak 10 kali.

v  Struktur while
Strukur while adalah jenis pengulangan yang mendefinisikan kondisi di awal blok. Ini artinya, apabila kondisi tidak terpenuhi ( bernilai false ) maka proses pengulangan pun tidak akan pernah dilakukan. Proses insialisasi nilai pada struktur while ditulis sebelum kita menuliskan struktur while itu sendiri, sedangkan iterasi akan ditulis didalam blok. Bentuk umum penulisan dari struktur while :
insialisasi
while (kondisi) {
statement yang akan diulang
iterasi }
class while1 {
public static void main (String[[] args] {
int i = 0;
while (i<10) {
System.out.println ( “ java”);
I++;  }
}
}

v  Struktur do-while
Do while loop mirip dengan while loop. Statement didalam do-while loop akan dieksekusi beberapa kali selama kondisi bernilai true. Perbedaan antara while dan do while loop adalah dimana statement didalam do while loop dieksekusi sedikitnya satu kali.
Contoh program :
int x = 0;
do {
System.out,println(x);
X++;
} while (x<10);
Percabangan
Program akan menarik jika dibutuhkan  persyaratan tertentu untuk menjalankan suatu pernyataan, dan melewati pernyataan lainnya. Java menyediakan sejumlah mekanisme untuk menghasilkan pengaturan bagian program mana yang dijalankan, berupa pernyataan pernyataan percabangan . terdapat beberapa jenis percabangan di java yaitu if, if-else, dan switch.

v  Percabangan if
Percabangan if di java menyatakan pernyataan akan diekseskusi jika memnuhi syarat atau kondisi tertentu. Sintaks percabangan ini adalah sebagai berikut :
If(kondisi){
Statemen1;
Statemen2;
...
}
Contoh program :
class satukondisi {
public static void main (String[] args) {
int a = 1, b = 10;
if (a < 5 ) {
System.out.println(“nilai a lebih kecil dari 5 “ );
}
If (b < 5 ) {
System.out.println(“ nilai b lebih kecil dari 5 “ ) ;
}
}
}
Output nya : nilai a lebih kecil dari 5

v  Percabangan if else
Percabangan ini untuk memilih salah 1 dari 2 kemungkinan kemunculan. Dengan kata lain, bentuk if else menyebabkan eksekusi dijalankan melalui sekumpulan boolean, sehingga hanya bagian tertentu program yang dijalankan. Berikut bentuk umum pernyataan if else :
If (kondisi)
                Statement jika kondisi benar
Else
                Statement jka kondisi salah
Contoh program :
class duakondisi {
public static void main (String[] args) {
int a = 1, b = 10 ;
if ( a < 5 ) {
System.out.println(a + “ lebih kecil dari 5”);
}
else {
System.out.println(a + “ lebih besar dari 5 “ );
}
if ( b < 5 ) {
System.out.println(b + “ lebih kecil dari 5”);
}
else {
System.out.println(b + “ lebih besar dari 5 “ );
}
}
}
Maka outputnya :
 1 lebih kecil dari 5
10 lebih besar dari 5

v  Percabangan switch
Pernyataan switch memberikan suatu cara untuk mengirim bagian program berdasarkan nilai suatu variabel atau pernyataan tunggal. Percabangan switch dimaksudkan untuk menangani banyak kemungkinan kemunculan. Bentuk umum percabangan switch :
switch (expression) {
case value1;
                break;
case value2;
                break;
case valueN;
                break;
default;
}